Trimester Kedua (Bagian 2): Liburan Singkat di Spiez

Salah satu isi checklist trimester kedua saya adalah pergi berlibur. Sayangnya karena saat itu pandemi Covid-19, saya ngga bisa berlibur yang jauh. Untungnya waktu saya memasuki trimester kedua, gelombang Covid-19 (yang pertama waktu itu) di Swiss sudah agak menurun, sehingga saya lumayn berani untuk berjalan-jalan di dalam negeri Swiss.

Kriteria liburan saya waktu itu adalah lokasi yang ada kolam renangnya. Kalau bisa dekat danau, lebih bagus lagi. Ada beberapa tempat yang sempat jadi pertimbangan, dari Les Bains d’Ovronnaz di barat daya Swiss dengan kolam geotermal outdoornya, sampai Wilen bei Sarnen di pinggir danau Sarnen yang tak jauh dari kota Lucern. Saya akhirnya memilih kota kecil Spiez di pinggir danau Thun, tak jauh dari Interlaken.

Foto panorama Spiez diambil dari stasiun kereta api spiez

Alasan saya memilih Spiez karena lokasinya yang dekat dengan Interlaken, sehingga saya bisa dengan mudah mengunjungi tempat-tempat wisata di daerah itu kalau mau. Selain itu, lokasinya ngga terlalu jauh dari Zurich sehingga masih nyaman kalau harus pakai masker di sepanjang perjalanan, tapi juga ngga terlalu dekat sehingga masih akan terasa seperti liburan.

Kami berangkat hari Senin pagi dari Zurich dengan kereta api cepat ke Bern, dilanjutkan dengan kereta api ke arah Interlaken. Total perjalanan ke kota Spiez kurang dari dua jam.

Sesampai di Spiez, langit mendung. Stasiun kereta api Spiez lokasinya lebih tinggi dibandingkan bagian kota ke arah danau Thun, tempat hotel kami berada. Sesampai di stasiun, langsung terasa kalau ini kota kecil – atau malah lebih tepat disebut desa; dan memang penduduknya hanya 4000 orang.

Kami berjalan turun ke arah danau dari stasiun, menuju hotel. Ada dua-tiga restoran yang kami lewati, tapi semua terlihat tutup – mungkin karena restriksi Covid-19. Jalan kota Spiez juga terlihat sepi. Hotel Eden, tempat kami menginap, terletak tak jauh dari danau, dan kami mendapat kamar dengan teras yang menghadap jalan desa.

Di sekitar hotel, cukup banyak opsi kegiatan yang bisa dilakukan, semua dekat dengan danau. Berjalan turun ke arah danau dari hotel, mata disambut pemandangan garis batas danau biru seperti bergerak mendekat. Di kiri jalan, kebun anggur terbentang hingga di ujung terlihat kastil kecil Spiez. Di balik kastil, marina danau Spiez penuh dengan kapal-kapal kecil terparkir. Ada area taman hijau luas, dan di sisi berlawanan dari marina terdapat badi (kolam renang) outdoor dengan perosotan besar. Di sisi lain taman, terdapat lapangan golf mini.

Kastil Spiez

Keesokan hari, kami disambut dengan hujan dan dingin dari pagi. Semua opsi kegiatan outdoor tadi ngga bisa dilakukan. Untungnya, saya memilih hotel yang mempunyai spa dan kolam renang indoors. Setelah sarapan (dengan protokol kesehatan yang patut diacungi jempol), kami lalu menghabiskan hari dengan berenang dan mencoba semua ruang sauna/spa yang ada, dilanjutkan dengan membaca santai dan menikmati restoran hotel.

Cheers!
Dari restoran hotel, terlihat badi dan lapangan mini golf

Hari ketiga di Spiez, akhirnya kami disambut cuaca panas dan langit biru. Agenda hari ini jelas akan dipenuhi kegiatan outdoor. Karena saya sudah puas berenang hari sebelumnya, kami memutuskan tidak mencoba badi outdoor. Sayang juga, padahal saya pensaran dengan perosotannya (dan nantinya kami lihat ternyata badi tersebut juga mempunyai area berenang di danau lengkap dengan pantai buatan).

Kami memutuskan untuk berjalan menelusuri pinggir danau, sepanjang jalur Spiez-Faulensee. Jalur ini cukup datar, sehingga mudah untuk dijalani. Di Swiss, jalur hiking terkadang diberi tema dan sepanjang jalan kita bisa menemukan hiasan atau panel informasi terkait tema tersebut. Sepanjang jalur Spiez-Faulensee, kami mendapati patung dan informasi terkait tim sepakbola nasional Jerman yang pada tahun 1954 menang piala dunia di Bern, Swiss. Jangan tanya kenapa tema jalur ini tim sepakbola Jerman. Saya rasa tema-tema jalur hiking ini agak random.

Berhubung jalur Spiez-Faulensee hanya sekitar 5km bolak-balik, perjalanan kami selesai tepat di jam makan siang. Setelah membeli makanan di stand makanan di taman dekat marina, kami kembali ke hotel dan memutuskan untuk leyeh-leyeh di taman hotel sambil membaca.

Liburan singkat di Spiez ini termasuk liburan traveling paling santai yang pernah saya lakukan. Karena hamil dan restriksi Covid-19 saat itu, memang ngga banyak pilihan jadinya untuk pergi jauh dan explore banyak tempat. Ditambah lagi setengah dari liburan yang singkat ini ditemani hujan dan mendung. Tapi paling ngga, sudah bisa ganti suasana sedikit.

Lokasi ini menurut saya kurang pas untuk orang-orang yang suka keramaian dan ingin liburan yang banyak action. Kalau mau action-packed, bisa aja sih dari sini pergi menjelajahi Interlaken, Lauterbrunnen dan destinasi wisata terkenal lainnya yang dekat. Tapi, kalau ingin keramaian, mungkin baiknya menginap di Interlaken saja. Liburan di Spiez ini menurut saya jadi menyenangkan karena hotelnya juga cukup lengkap fasilitas indoor-nya, sehingga ketika cuaca tidak mendukung, saya masih bisa puas beraktivitas di hotel saja.

-E.


Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.