Checklist Trimester Kedua (Bagian 1)

Mulai dari mana ya ngebahas trimester kedua. Berhubung badan udah ngga lemas seperti waktu trimester pertama, trimester kedua jadi periode buat menyelesaikan banyak hal sebelum trimester ketiga (yang konon kembali membuat badan capek) datang. Di trimester kedua, level energi saya memungkinkan untuk memikirkan banyak hal, jalan ke sana-kemari untuk mengurus macam-macam sambil tetap kerja penuh waktu. Berikut to-do list besar saya sewaktu trimester kedua.

Checklist Trimester Kedua

  • Survey daycare
  • Shopping list dan cicil belanja kebutuhan bayi
  • Survey rumah sakit
  • Cari dan ikuti fitness prenatal
  • Liburan (kalau memungkinkan)
  • Cari sumber informasi persiapan melahirkan atau daftar kelas antenatal
  • Buat rencana cuti hamil
  • (memasuki minggu 25) Survey dan pilih midwife untuk post-partum care
  • (memasuki minggu 25) Daftar dokter anak/pediatrician
  • (memasuki minggu 25) Survey dan pilih asuransi bayi

Survey daycare

Seringkali di kota-kota besar, pilihan daycare terbatas karena tempat yang tersedia ngga banyak. Di Zurich (dan menurut teman, kota besar lain di Swiss seperti Geneva), calon orangtua disarankan untuk mendaftar untuk dimasukkan waiting list daycare pilihan mereka sedini mungkin (kira-kira sembilan bulan sebelum calon bayi direncanakan mulai dititipkan di daycare). Karena cuti hamil saya nantinya sampai bayi berusia kira-kira 4 bulan, kami mulai survey saat saya memasuki bulan kelima kehamilan.

Saya dan suami mensurvey 3 daycare berbeda yang lokasinya dekat dengan rumah dan searah dengan kantor saya. Biasanya, manager daycare akan memberikan kita tur selama kurang lebih 1 jam sambil menjelaskan program daycare dan menjawab pertanyaan-pertanyaan kita. Dari 3 daycare yang kami kunjungi, kami meminta untuk dimasukkan waiting list 2 daycare. Nantinya, ketika bayi lahir, kami harus menghubungi kedua daycare tersebut untuk mengkonfirmasi bahwa bayi sudah lahir, dan selanjutnya pihak daycare akan menghubungi kembali dengan kepastian tanggal bayi bisa mulai di daycare.

Shopping list dan cicil belanja kebutuhan bayi

Belanja barang-barang untuk bayi/anak pastinya ngga selesai setelah satu kali belanja saja. Tapi punya list barang-barang yang sebaiknya sudah dipersiapkan untuk tiga bulan pertama lumayan membantu mengurangi stress harus mulai bikin list dari nol. Punya list juga membantu mengatur budget belanja, dan menjawab pertanyaan keluarga dan teman-teman yang berbaik hati mau membelikan hadiah: ‘masih perlu barang apa buat calon bayi?’. Berikut daftar belanja yang saya pakai untuk mempersiapkan kedatangan bayi. Silakan diunduh dan digunakan jika perlu.

Survey rumah sakit

Nah, ini mungkin berbeda untuk tiap-tiap negara atau tempat. Di Zurich, check up kehamilan dilakukan dengan ginekolog/dokter ahli kandungan, dan menjelang minggu ke-25 kehamilan, kita akan didaftarkan oleh ginekolog kita ke rumah sakit/klinik yang kita pilih sebagai tempat melahirkan nantinya. Setelah ginekolog mendaftarkan kita ke rumah sakit pilihan, pihak rumah sakit akan menghubungi kita untuk melengkapi dokumen administrasi.

Rumah sakit yang kita pilih (dan dokter yang akan menangani kelahiran kita) tergantung asuransi yang kita punya. Asuransi kelas dasar/basic biasanya tidak bisa memilih rumah sakit private atau dokter. Jika ginekolog kita kebetulan juga bekerja di rumah sakit umum, kita bisa memilih rumah sakit tersebut dan meminta ginekolog kita untuk menangani proses kelahiran nantinya. Jika tidak, kita akan didaftarkan untuk ditangani dokter yang tersedia di rumah sakit tersebut. Di trimester ketiga, kita akan berkesempatan bertemu dengan dokter yang akan menangani proses kelahiran kita, sehingga kita sudah kenal dan merasa nyaman dengan dokter tersebut sebelum hari-H.

Jika mempunyai suplemen asuransi semi-private/private, kita bebas memilih rumah sakit mana saja dan dokter yang akan menangani kita. Karena saya mempunyai asuransi semi-private, saya dapat memilih untuk melahirkan di klinik tempat ginekolog saya bekerja.

Cari dan ikuti kelas fitness prenatal

Sebelum hamil, konsepsi saya tentang ibu hamil adalah sebaiknya tidak banyak bergerak yang bikin capek. Saya rasa ini benar untuk trimester pertama (yang memang tinggi resiko keguguran), tapi memasuki trimester kedua dan ketiga, saya merasa justru harus rutin olahraga dan bergerak agar badan kuat dan berstamina ketika melahirkan dan cepat pulih sesudahnya. (Tentunya pandangan ini tidak berlaku kalau kehamilan seorang ibu mempunyai komplikasi.)

Hamil di masa pandemi Covid-19 membuat saya enggan mengikuti kelas offline, dan akhirnya saya putuskan mengikuti program online. Saya berlangganan program One Strong Mama yang fokus kepada gerakan-gerakan yang bertujuan mengoptimalkan: 1) kekuatan otot perut dan pelvis untuk mendukung proses melahirkan, dan 2) ruang di perut agar bayi dapat menemukan posisi yang baik saat lahir. Program ini juga mempunyai resource untuk membantu proses pemulihan sesudah melahirkan (baik melahirkan normal maupun cesar). Selain program fitness prenatal tersebut, saya juga membiasakan sebanyak mungkin berjalan kaki setiap hari.

Agar bacaan tidak kepanjangan, cerita trimester kedua akan saya sambung di post selanjutnya :)


One thought on “Checklist Trimester Kedua (Bagian 1)

Tinggalkan Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.